Tak Berkategori

Kuterharu

Terharu (Part 1)

Ibu (1) : “Geg, udah Ibu beliin spelden ya.” (nunjukin spelden diatas kulkas)
Ita (2) : “Oh iya, tengkiyu, Bu.” (acuh tak acuh)
1 : “Speldennya bagus lho, Geg. Anti karat.” (lalu nyebut harga)
2 : (Ternganga semenit lalu ngomel) “Emang pernah kita punya spelden sampai karatan, Bu? Ya, spelden di pola kertas karatan karena nyangkut disana dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan spelden yang dipakai rata-rata pas Ibu pakai, pasti habis entah kemana. Huh!”
1 : “Ibu tahu, Geg Tha awet pakai barang. Geg Tha sering kena spelden. Ibu cuma khawatir, Geg Tha tertusuk jarum yang sudah karatan.”
2 : (meleleh, speechless)

Terharu (Part 2)

1 : “Geg, coba lihat di laci mesin jahit.”
2 : “Sudah Bu, ada benang, jarum jahit sama penedelan.” (muka datar)
1 : “Geg, suka gak?” (berharap aku merasa surprise)
2 : “Suka apanya, Bu?”
1 : “Penedelannya, Sayang. Bagus kan?”
2 : “Bagus, tapi tutupnya pasti gampang hilang. Enakan pakai yang biasa, Bu.”
1 : (kecewa)

Hari-hari berikutnya…

1 : “Geg, kenapa pakai penedelan biasa?” (merhatiin aku yang lagi bongkar jahitan)
2 : “Pakai yang ada dulu, Bu. Yang bagus disimpan saja untuk suatu hari.”
1 : (baper)

Hari-hari berikutnya lagi…

1 : “Geg Tha, lihat tutup penedelannya gak?”
2 : “Tuh kan, Tha bilang apa, Bu. Tha gak suka barang yang kudu diberi perhatian lebih.” [[[kudu diberi perhatian lebih]]] 😀
1 : “Sungguh, tadi Ibu naruhnya disini – eh, disini bukan ya? – disini kayanya.” (mengingat-ingat sembari bongkar berbagai tempat khusus peralatan jahit)
[[[Berulang sampai sekian hari, sampai tutup penedelan ditemukan. Selama ini, Ibulah yang sering pakai penedelan baru ketimbang penedelan biasa. Dan tentunya, Ibu sering uring-uringan karena tutupnya mudah hilang dan Ibu bukan tipe orang yang naruh barang dengan berhati-hati]]].

Hari berikut-berikutnya lagi…

1 : “Geg, tutup speldennya sudah ketemu.” (sumringah)
2 : “Oh…”
1 : “Ibu beli penedelan itu untuk Geg Tha. Kenapa gak Geg pakai?”
2 : “Nanti saja, Bu. Masih ada yang lama?”
1 : “Geg gak suka, ya? Padahal Ibu beli untuk Geg, Ibu tahu jemari Geg gak bisa genggam sempurna. Jadi Ibu belinya biar nyaman dipakai.”
2 : (meleleh sekian menit) “Iya Bu, besok Tha pakai, makasih ya… Bu, penedelan cuma dipakai sesekali. Geg Tha masih bisa pakai yang biasa. Penedelan juga bukan barang utama layaknya jarum rajut / hakpen yang dipakai berjam-jam dalam sehari, Bu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s