Adudududuh!

Leave a comment

Jan 7, 2019 by Radita Puspa

Aku lagi di sebuah RS (males nyebut nama), biasalah rutinitas tiap tiga minggu sekali ke THT. Cuma karena rujukan BPJS ngajak keliling-keliling, yowis milih RS yang jadwalnya pas sama jam bangun tidurku.

Side Story 1 : Btw, kenapa ya, hampir semua RS yang pernah kukunjungin, selalu aja nemu masalah buku les (catatan diagnosa) hilang? Jadi sering berada di moment datang duluan lalu pulang paling belakangan atau orang lain yang datang belakangan lebih dulu pulang. Sama moment ngulang dari awal cerita keluhan (yang kadang ada beberapa hal yang terlupa disebutkan) lalu kontrol dilanjut keesokan hari karena ada hasil medis yang kudu diperlihatkan ke Dokter. Bikin keselll! Pengen rasanya tuh buku tak bawa pulang aja, biar gak ngilang-ngilang agains. End!

Sambil nunggu antrean, tiba-tiba aku kebelet pipis. Kupikir kamar kecil ada di pengkolan dekat Poli Klinik. Saat mau belok, eh kok kayaknya jalan buntu. Nemu wajah-wajah kaku dua polisi, seorang laki-laki berpakaian rapi dengan satu tas berkas di tangannya, sepertinya ia Pengacara. Paling tengah ternyata seorang. . . .Nara Pidana, dihimpit oleh dua orang berbadan kekar dan seram. Aku baru tahu hari ini setelah sekian kali bolak-balik RS tersebut, kalau lorong itu khusus para NaPi yang sedang sakit. Dan sepertinya antreannya memang paling terakhir sekali.

Selesai dari toilet, eh sempet bingung tadi di toilet. Karena label gambarnya justru lukisan. Yang kalau kurang merhatiin banget, pasti ngira cuma pajangan biasa, bukan petunjuk mana toilet wanita dan pria.

Gak lama, giliranku. Deg-deg-an banget, dan ketakutanku terjadi. Aku merasa kurang nyaman ditangani sama dokter di RS ini. Dan begitu selesai, kupikir surat rujukan jadi satu dengan resep. Ternyata gak dapet surat rujukan sama sekali. Padahal aku sudah bilang, rutin konsul 3 minggu sekali. Pas balik minta rujukan, eh perawatnya ngotot bilang sudah selesai jadi gak ada yang namanya surat rujukan balik. Saat kujelaskan pelan-pelan, perawatnya mengiyakan dengan raut marah. Begitu rujukan selesai, ia memberikan lembaran itu dengan tampang judes. OMG!

Karena aku kurang sreg sama penanganan di RS tersebut, tadinya ingin minta rujukan ke RSUDW saja, tapi melihat wajah-wajah menyebalkan dari perawat THT, aku mengurungkan niat. Kan seram atuh kalau nanti di surat rujukannya ditulis APS. Hiiiy!

Terakhir saat akan pulang, aku menunggu Bapak ambil motor dari parkiran. Berdiri tepat di depan RS yang kebetulan di pinggir jalan raya. Gak lama ada yang teriak manggil-manggil. Kupikir bukan aku yang dipanggil. Dari kejauhan kulihat tukang parkir menghentikan sejumlah empat deret pengendara motor. Awalnya, aku gak ngerti isyarat dari tukang parkir, kupikir akan ada mobil lewat. Jadi aku menggeser posisi, tapi diteriakin lagi. Aku mikir lama, bingung ada apa. Sampai akhirnya aku sadar, ternyata dari tadi tukang parkir menghentikan laju pengendara dan berusaha berteriak memanggilku supaya aku bisa segera nyeberang jalan. Padahal aku gak akan nyeberang. Tapi melihat banyaknya deretan pengendara dan susah payahnya Pak tukang parkir, malu rasanya kalau aku bilang sedang tidak perlu menyebrang. Tapi yasudahlah, aku nyeberang saja, sembari mengangguk rikuh sebagai ucapan rasa terima kasih pada tukang parkir. Bapak sampai nanyain, kenapa aku malah nyusul?

Ah, baru saja beberapa menit yang lalu aku merasakan sesuatu yang kurang menyenangkan, eh beberapa saat kemudian diperlakukan sangat baik padahal sedang tidak memerlukannya.

Side story 2 : Banyak orang pakai sendal model ini dari brand ternama. Aku awalnya gak tertarik. Tapi seminggu lalu, keponakanku pakai model yang sama tapi beda merk. Saat tahu harganya lumayan (tapi masih gak terjangkau di kantongku) sudah include mainan semacam pin, kupu-kupu. Aku langsung kepincut dooong. Pas kebetulan dapet setelah googling sana-sini. Dan kebetulannya lagi, aku butuh sandal untuk dipakai saat berpergian santai. Selama ini, aku cuma punya dua sandal, yang satu sandal rumahan (ya biasalah kotor gitu) dan sandal untuk berpergian acara resmi.

And cheer! Aku di traktir. Lumayan untuk mengademkan hati dari kejadian hari ini.

Senin, 7 Januari 2019

Radita Puspa

Advertisements
»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: