Mau Cerita Saja · Review Apa Aja

Tentang Berat Badan

Meski Dokter Jantung yang menangani menyatakan saya sembuh dari PJBB, saya masih mengalami berat badan yang susah naik.

Ibu mencoba berbagai cara, mulai dari memberikan saya vitamin, jamu, hingga susu. Namun hasil masih tetap sama, jarum timbangan belum juga bergeser ke kanan. Belum lagi dilihat dari umur dan tinggi saya yang tidak sesuai dengan berat badan.

Hingga suatu ketika, tiba-tiba saya merasa bahwa setiap kali minum susu, perut saya terasa mual. Padahal sebelumnya saya tak pernah mengalaminya. Akhirnya, dengan terpaksa Ibu berhenti membeli susu.

Ibu semakin bingung, mencoba mencari cara agar berat badan saya bisa bertambah, namun bukan dengan cara memakai obat-obatan kimia. Bahkan, Ibu sempat mencoba memberikan saya air titisan (rebusan beras) selama beberapa bulan, tapi belum juga menunjukkan hasil.

Suatu hari, terinspirasi dari pedagang susu kedelai dipasar, kemudian melihat iklan susu Hi-Lo rasa kacang hijau, dan mengingat saat Ibu kecil dulu pernah makan nasi beras merah. Ibu mencoba memberikan saya air rebusan dari campuran kacang hijau, kedelai dan beras merah.

Syukurlah, dalam waktu tiga bulan —bahkan kurang— mampu menaikkan berat badan saya hingga tiga kilogram. Hasil yang mampu membuat saya tersenyum senang, terlebih lagi Ibu yang bahagia karena eksperimennya berhasil.

Hari ini saya ingin membagikan resepnya, mungkin ada yang membutuhkannya. Saya yakin diantara banyak orang yang ingin menurunkan berat badan, pasti sebanyak itu juga yang membutuhkan tips untuk menaikkan berat badan. Khususnya bagi yang nafsu makannya kurang, seperti saya walau ngemilnya sering (tapi, Ibu tidak pernah mengizinkan saya untuk makan cemilan ringan, hanya sebatas kue, roti, dan biskuit).

Berikut resepnya, semoga bermanfaat…

Bahan :
1. 300gram kacang hijau.
2. 300gram beras merah.
3. 300gram kedelai (bagi yang sehari-hari suka mengonsumsi tempe-tahu, saya kira kedelai tidak perlu ditambahkan. Kedelai hanya bahan penunjang).

Ada dua cara dalam mengolahnya, silahkan dipilih salah satu yang mungkin bisa dipahami cara membuatnya.

Cara pertama:
1. Gabungkan semua bahan (kacang hijau, kedelai, dan beras merah) hingga menjadi satu, lalu tumbuklah hingga benar-benar halus, seperti butiran pasir. Bisa juga bawa bahan ke tukang penggilingan tepung.
2. Simpan dalam wadah yang rapat.

Cara penyajiannya :
1. Tuangkan kacang hijau, kedelai, dan beras merah yang sudah ditumbuk dengan halus sebanyak tiga hingga lima sendok, rebuslah dengan kurang lebih segelas air atau satu setengah gelas hingga menghasilkan seperti susu atau yogurt (yang dimaksud disini, hasilnya agak encer mirip susu dan agak kental seperti yogurt, jadi mau 3 atau 5 sendok bubuk, sesuai selera).
2. Setelah matang, tambahkan gula batu sesuai selera. Minumlah satu gelas sehari sekali di pagi atau lebih bagus saat di malam hari. Bisa juga diminum dua hingga tiga kali dalam sehari untuk hasil lebih cepat.

Cara kedua :
1. Rendam kacang hijau, kedelai, dan beras merah selama satu hari, lalu diblender dengan tambahan sedikit air putih secukupnya atau sesuai selera, agar tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental.
2. Setelah diblender, bagilah menjadi beberapa bagian (per-bagian ukurlah kira-kira hampir satu gelas atau tidak penuh dalam satu gelas), kemudian bungkus dengan kantong plastik bening. Simpan di tempat yang teduh atau di lemari es.

Cara penyajiannya :
1. Rebuslah campuran kacang hijau, kedelai, dan beras merah selama kurang lebih lima belas menit, sampai terlihat seperti susu atau yogurt (sesuai selera).
2. Setelah matang, tambahkan gula batu secukupnya. Minumlah satu gelas sehari sekali di pagi atau di malam hari, atau mungkin minum dua hingga tiga kali dalam sehari untuk hasil lebih cepat.

Sebelum saya minum susu buatan Ibu, berat badan saya dari umur dua belas tahun sampai delapan belas tahun hanya berkisar 19 kilogram. Kalau saya sakit, ya tambah turun hingga jarum timbangan menunjuk angka 16 kilogram. Saat sehat, saya hanya mampu menaikan berat badan sampai 20,5 kilogram. Itupun jarum timbangan menunjuk angka koma lima dengan bergetar, hanya hampir mengarah ke angka lima.

Setelah saya minum susu yang Ibu buat —ketika itu usia saya delapan belas tahun, tiga bulan sesudah pasca operasi jantung bocor— selama tiga bulan, berat badan saya sampai di angka 25 kilogram. Ibu berhenti memberikan saya racikan buatannya. Karena dimata Ibu, berat badan saya sudah cukup untuk tinggi badan yang 133 centimeter. Walau saya masih merasa badan kurus, cuma pipi doang yang tembem. Jangan-jangan nutrisinya bukan ke badan tapi malah ke pipi.

Hahaha…

Denpasar, 14 Februari 2014

Persembahan dari Kasih Sayang Ibu untuk Putri Kesayangannya, juga kepada Mama hebat dan anak tangguh diluar sana…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s