#ItaCerita · Mau Cerita Saja

Seminar Skoliosis

Minggu, 24 Maret 2019, saya hadir ke Seminar Skoliosis yang diadakan oleh Dokter Lanang (Spesialis Tulang Belakang), Dokter Sisca (Spesialis Penyangga Badan), Dokter Partha (Terapis), dan Dokter Feby (Moderator sekaligus Skolioser yang menjalani operasi skoliosis) di BaliMed.

Poster dari WAG Scoli Bali Club

Saya bangun pagi sekitar pukul enam. Lalu bersiap-siap dan senang sekali ditemani Ibu dan diantar oleh Paman.

Sambil nunggu Lia Septiani, fotbar sama Ibu dulu di depan UGD
Sambutan di layar tancap, hehehe

Sampai RS. BaliMed, sempat sih janjian sama Lia Septiani. Tapi karena kami menunggu cukup lama, terpaksa ikut salah satu tim Scoli Club Bali yang pakai seragam biru tua. Karena saya dan Ibu gak tau cara pakai lift, sedangkan acara berlangsung di ballroom (R) lantai 5.

Sampai di ballroom, ternyata sudah ramai. Saya mengisi data untuk ikut screening skoliosis dan menandatangani absensi.

Saya memilih kursi deretan nomer empat dari depan. Tidak lama, Lia menyusul. Kami duduk berjajar dan foto bareng. Ada satu skolioser lagi yang duduk dekat kami, but OMG! saya lupa namanya.

Dari hape kamera Lia
Akika diem2 motretin, hahaha

Sebelum acara mulai, saya dan Ibu sempat mengobrol dengan salah seorang Ibu yang anaknya sudah menjalani operasi skoliosis. Kami saling bertukar cerita.

Dokter Lanang
Pak Partha – Terapis

Acara dimulai, diawali dengan sambutan dari Ketua Direktur RS. BaliMed, kemudian Dokter Lanang menjabarkan tentang skoliosis juga pengalamannya dalam menangani pasien skoliosis.

Dokter Lanang menyampaikan bahwa daftar pasien skoliosis yang akan dioperasi di RS.Sanglah hampir mencapai 50 orang. Namun, terkendala accept pihak RS. Karena biaya operasi skoliosis mencapai 120-200 juta. Sedangkan BPJS kelas 3 hanya menanggung 60 juta. Dan tanggungan BPJS kelas 1 adalah 80 juta. Kekurangan dana inilah kata Dokter Lanang, pihak RS menanggung sisanya. Saya agak kaget mendengarnya, sempat berpikir kekurangan itu ditanggung pasien.

Dokter Lanang juga memutar video saat Beliau mengoperasikan pasien skoliosis. Sontak audiens berseru ngeri, melihat video berdurasi 3 menit yang menayangkan prosesi singkat pemasangan pen titanium di tulang belakang. Tulang di bor, lalu dipasangi sekrup beserta diatur erat-longgar pen-nya.

Setelah itu dilanjutkan penjelasan mengenai terapi skoliosis oleh Pak Partha. Exercise atau peregangan serta renang gaya dada dan punggung dapat membantu menguatkan otot sehingga tulang tidak semakin bengkok. Tips dari Pak Partha, harus rajin terapi dan renang. Tentunya tujuan terapi adalah mengingatkan pasien skoliosis untuk ingat sikap tubuh yang benar secara spontanitas agar hasil lebih maksimal.

Dilanjutkan sesi Dokter Sisca mengenai brace skoliosis. Brace digunakan untuk yang kurvanya masih dibawah 40 derajat. Selebihnya akan dianjurkan untuk operasi. Karena brace hanya menopang agar tulang tidak tambah bengkok.

Sesi berikutnya diisi oleh, hmp… Perempuan cantik dengan rambut lurus sebahu, duh maaf… Saya lupa lagi namanya. Beliau ini bercerita tentang skoliosis yang diidapnya ketika usia 13 tahun. Saat itu operasi skoliosis di Indonesia belum secanggih sekarang. Jadi, Beliau menjalani operasi skoliosis di Texas (LN).

Beliau bercerita, proses pemulihan setelah operasi sekitar tiga bulan. Dari proses miring kanan-kiri, duduk, berdiri dan berjalan. Kini setelah bertahun-tahun berlalu, kondisinya membaik. Melakukan aktivitas seperti sedia kala, hanya saja jangan sampai terjatuh.

Dokter Feby yang saat itu sebagai moderator ikut berbagi cerita. Beliau baru saja menjalani operasi skoliosis 8 bulan yang lalu. Pemulihannya cukup cepat, dalam sebulan sudah mulai berani beraktifitas.

Penerimaan penghargaan – Direktur RS.BaliMed, Dokter Feby, Dokter Sisca, Dokter Partha, Dokter Lanang

Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan pembagian doorprize bagi penanya beruntung. Juga pemberian penghargaan dari pihak RS.BaliMed kepada para Narasumber Seminar.

Tidak terasa sudah pukul 1 siang. Acara selesai dilanjutkan screening skoliosis di lantai 2 yang ditangani Resident Dokter.

Sambil menunggu antrean, saya dan Ibu menikmati nasi kotak yang dibagikan diakhir acara seminar. Tidak lama setelah makan, nama saya dipanggil.

Status alay-kyuuuuhhh

Dokter mengukur tinggi dan berat badan saya. Lalu saya masuk ke sebuah ruang. Mengobrol mengenai skoliosis, ya pertanyaan-pertanyaan seperti awal mula tahu skoliosis, apa saja yang sudah dilakukan untuk menahan tulang belakang agar tidak semakin membengkok, tentang riwayat sakit, sesak napas berserta nyeri yang dirasakan.

My Beauty Scoliosis

Saat x-ray saya yang tahun 2015 diukur, salah seorang dokter dengan baik hati menawarkan membantu menjepret x-ray yang terpasang di lightbox.

Selesai pemeriksaan, saya diminta menunggu sebentar. Lalu tidak lama Dokter Lanang menghampiri saya dan Ibu, Beliau meminta kami menemuinya di RS. Sanglah.

Saya dan Ibu diizinkan pulang. Saya mengorder Grab. Pulang dengan perasaan campur-aduk. Berharap ada jalan terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s